RSS

Sabtu, 18 Desember 2010

KASIH

Kasih merupakan suatu sifat dan sikap yang bila kita terapkan dalam kehidupan ini, akan membawa kedamaian. Tetapi dalam realitanya, sulit sekali kita bersikap saling mengasihi satu maupun dengan yang lain. Kita lebih bersikap mementingkan diri sendiri tanpa melihat kondisi orang disekeliling kita.

Kalau di dalam agama Kristen, mengenal kasih itu adalah Tuhan, dan dengan hukum kasih yaitu:

"Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." (Matius 22 :37-40)

Dalam ajaran agama Kristen, kasih itu dikenal dengan,

”Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; Ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap” (1 Korintus 13:4-8).

Semua agama atau keyakinan yang dimiliki manusia yang ada di dunia ini, selalu mengajarkan untuk hidup dengan KASIH. Kasih yang sempurna hanya berasal dari Tuhan, karena tak terbatasNya kebaikan kasihNya terhadap kita maupun untuk dunia ini. Sedangkan kasih dari manusia merupakan kasih yang mengharapkan imbalan atau balasan, karena tidak ada yang manusia yang sempurna. Tetapi tidak menutup kemungkinan kalau kita sebagai makhluk hidup mempunyai kasih, walapun terkadang kita bisa egois atau iri dan sifat yang lainnya yang membuat kasih terhadap sesama menjadi menurun.

“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”, artinya baiklah kita bisa mengasihi orang lain seperti kita bisa mengasihi diri kita sendiri. Karena bagaimanapun juga kita merupakan makhluk sosial dimana kita tidak bisa hidup tanpa ada orang disekitar kita, untuk itu kita perlu hidup dengan menghargai dan bersikap baik antara satu dengan yang lainnya. Karena kalau kita mau dihargai oleh orang lain sebelumnya kita harus berusaha untuk menghargai orang lain. Dengan hidup saling mengasihi satu dengan yang lainnya membuat timbulnya sukacita dan damai sejahtera dalam kehidupan ini. Dengan begitu kehidupan ini akan menjadi lebih indah karena penuh dengan senyuman kebahagian.


- KASIH ITU MEMBAWA SUKACITA-

Senin, 29 November 2010

Kepribadian Bangsa Timur

Kepribadian merupakan suatu pola sikap yang mencerminkan sikap dan karakter dari seseorang terhadap lingkungannya. Kepribadian bangsa timur, merupakan kepribadian yang bersifat tepo seliro atau mempunyai toleransi yang tinggi. Contohnya adalah negara kita, Indonesia, yang mempunyai keanekaragaman agama, suku dan budaya, tetapi tidak membuat semuanya itu menjadi suatu halangan bagi bangsa Indonesia bisa hidup saling menghargai satu dengan yang lainnya, walaupun ada dari beberapa masyarakat kurang dapat melakukan hal tersebut.

Indonesia dikenal oleh bangsa lain sebagai bangsa yang berkepribadian yang baik. Dunia mengenal bangsa timur sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat, hal tersebut membuat bangsa-bangsa yang lain menjadi menyukainya, karena mempunyai hidup yang tidak individualistis (lebih mementingkan diri sendiri) dan saling tolong menolong. Kepribadian bangsa timur juga identik atau terciri dengan tutur kata yang lemah lembut dan sopan dalam bergaul maupun dalam hal berpakaian, seperti halnya bangsa Indonesia

Bangsa timur erat kaitannya dengan rasa sosialisasi dan rasa solidaritas yang tinggi. Misalnya saling tolong menolong dan bergotong royong yang dilakukan bersama-sama. Hal tersebut bagi bangsa timur merupakan suatu sikap yang bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan. Sikap tersebut bisa terbentuk karena juga faktor dari masa lalu dalam masa perjuangan melawan penjajahan, seperti Indonesia, yang bekerja keras, pantang menyerah dan saling bekerja sama satu dengan yang lainnya, demi untuk melepaskan diri dari penjajah dan memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Hal tersebut, bisa membuat jati diri bangsa menjadi terbentuk.







Bangsa timur memiliki kebudayaan yang masih kental dari negara atau daerah masing-masing. Masih ada adat-adat atau upacara tertentu yang masih dilaksanakan oleh bangsa timur. Kegiatan-kegiatan tersebut membuat kepribadian bangsa timur semakin unik diantara bangsa lainnya. Misalnya bangsa Indonesia masih banyak yang melaksanakan upacara-upacara adat dan tarian khas dari masing-masing daerah yang diselenggarakan dalam acara-acara tertentu.

Tercampur dengan pola pikir bangsa lain, membuat suatu kepribadian bangsa menjadi memudar atau luntur. Tetapi, Kepribadian suatu bangsa tidak dapat lenyap begitu saja, walaupun terkontaminasi oleh aspek-aspek dari luar bangsa tersebut, karena kepribadian suatu bangsa sudah melekat atau menjadi jati diri suatu bangsa. Bila suatu bangsa bisa menyaring apa yang diterima dari bangsa-bangsa lain, kepribadian yang menjadi pandangan atau dasar hidup kita tidak akan memudar, bahkan kita akan mempunyai kepribadian yang lebih baik lagi, kalau kita mengambil hal yang positifnya dari suatu kepribadian dari bangsa lain. Tetapi tetap, kepribadian suatu bangsa tidak dapat digantikan.

Sumber :

http://arikaka.com/manusia-dan-kebudayaan/

http://riohode.blogspot.com/2010/05/manusia-dan-kebudayaan.html

http://tonifebruari666.wordpress.com/2008/05/07/kepribadian-indonesia/

Senin, 27 September 2010

Basket

Bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Bola basket sangat cocok untuk ditonton karena biasa dimainkan di ruang olahraga tertutup dan hanya memerlukan lapangan yang relatif kecil. Selain itu, bola basket mudah dipelajari karena bentuk bolanya yang besar, sehingga tidak menyulitkan pemain ketika memantulkan atau melempar bola tersebut.

Sejarah

Permainan bola basket diciptakan oleh Prof. Dr. James A. Naismith salah seorang guru pendidikan jasmani Young Mens Christian Association (YMCA) Springfield, Massachusets, Amerika Serikat pada tahun 1891. Gagasan yang mendorong terwujudnya cabang olahragabaru ini ialah adanya kenyataan bahwa waktu itu keanggotaan dan pengunjung sekolah tersebut kian hari kian merosot. Sebab utamanya adalah rasa bosan dari para anggota dalam mengikuti latihan olahraga Senam yang gerakannya kaku. Di samping itu kebutuhan yang dirasakan pada musim dingin untuk tetap melakukan olahraga yang menarik semakin mendesak. Dr. Luther Gullick, pengawas kepala bagian olahraga pada sekolah tersebut menyadari adanya gejala yang kurang baik itu dan segera menghubungi Prof. Dr. James A. Naismith serta memberi tugas kepadanya untuk menyusun suatu kegiatan olahraga yang baru yang dapat dimainkan di ruang tertutup pada sore hari.
Dalam menyambut tugasnya itu Nasimith menyusun suatu gagasan yang sesuai dengan kebutuhan ruang tertutup yakni permainan yang tidak begitu keras, tidak ada unsur menendan, menjegal dan menarik serta tidak sukar dipelajari. Langkah pertama, diujinya gubahan dari permainan Footbal, Baseball, Lacrose dan Sepakbola. Tetapi tidak satupun yang cocok dengan tuntutannya. Sebab disamping sulit dipelajari, juga permainan tersebut masih terlalu keras untuk dimainkan di ruangan tertutup yang berlampu.

Dari hasil percobaan yang dilakukan itu Naismith akhrinya sampai pada kesimpulan bahwa permainan yang baru itu harus mempergunakan bola yang bentuknya bulat, tidak menjegal, dan harus menghilangkan gawang sebagai sasarannya. Untuk menjinakkan bola sebagai pengganti menendang dilakukan gerakan mengoper dengan tangan serta menggiring bola (dribbling) sebagai puncak kegairahan, gawang diganti dengan sasaran lain yang sempit dan terletak di atas para pemain, sehingga dengan obyek sasaran yang demikian pengutamaan tembakan tidak terletak pada kekuatan seperti yang terjadi pada waktu menendang, melainkan pada ketepatan menembak.

Semula Naismith akan menggunakan kotak kayu untuk sasaran tembakan tersebut, tetapi berhubung waktu percobaan dilakukan yang ada hanya keranjang (basket) buah persik yang kosong, maka akhirnya keranjang itulah dijadikan sasaran tembakan. Dari perkataan basket ini kemudian permainan baru yang ditemukan Prof. Dr. James A. Naismith tersebut dinamakan Basketball.


Lapangan, waktu dan jumlah pemain

Permainan bola basket adalah persegi panjang dengan ukuran panjang lapangan yaitu 26 meter serta lebar lapangan yaitu 14 meter. Tiga buah lingkaran yang terdapat di dalam lapangan basket memiliki panjang jari-jari yaitu 1,80 meter.


Jumlah pemain dalam permainan bola basket adalah 5 orang dalam satu regu dengan cadangan 5 orang. Sedangkan jumlah wasit dalam permainan bola basket adalah 2 orang. Wasit 1 disebut Referee sedangkan wasit 2 disebut Umpire.

Waktu permainan 4 X 10 menit. Di antara babak 1, 2, 3, dan babak 4 terdapat waktu istirahat selama 10 menit. Bila terjadi skor yang sama pada akhir pertandingan harus diadakan perpanjangan waktu sampai terjadi selisih skor. Di antara dua babak tambahan terdapat waktu istirahat selama 2 menit. Waktu untuk lemparan ke dalam yaitu 5 detik.

Keliling bola yang digunakan dalam permainan bola basket adalah 75 cm - 78 cm. Sedangkan berat bola adalah 600 - 650 gram. Jika bola dijatuhkan dari ketinggian 1,80 meter pada lantai papan, maka bola harus kembali pada ketinggian antara 1,20 - 1,40 meter.

Panjang papan pantul bagian luar adalah 1,80 meter sedangkan lebar papan pantul bagian luar adalah 1,20 meter. Dan panjang papan pantul bagian dalam adalah 0,59 meter sedangkan lebar papan pantul bagian dalam adalah 0,45 meter.

Jarak lantai sampai ke papan pantul bagian bawah adalah 2,75 meter. Sementara jarak papan pantul bagian bawah sampai ke ring basket adalah 0,30 meter. Ring basket memiliki panjang yaitu 0,40 meter. Sedangkan jarak tiang penyangga sampai ke garis akhir adalah 1 meter.

Panjang garis tengah lingkaran pada lapangan basket adalah 1,80 meter dengan ukuran lebar garis yaitu 0,05 meter. Panjang garis akhir lingkaran daerah serang yaitu 6 meter. Sedangkan panjang garis tembakan hukuman yaitu 3,60 meter.


Minggu, 25 April 2010

what's up with Global Warming

Check out this SlideShare Presentation:

Jumat, 16 April 2010

Tragedi "KOJA BERDARAH"

Kejadian ini terjadi pada tanggal 14 April 2010 di koja lebih tepatnya di daerah makan mbah priok. Tragedi ini terjadi karena permasalahan penggusuran makam mbah priok. Bentrokan berdarah ini terjadi antara masyarakat sekitar yang tergabung dalam ormas dan satpol PP. Bentrokan ini tak tertahankan karena tidak adanya kesepakatan yang di capai antara pihak ahli waris dan pemerintah daerah jakarta. Alasannya, pemakaman itu termasuk yang dikeramatkan karena terdapat makam Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad alias Mbah Priok. ….Ratusan warga ternyata sudah bersiap-siap menyambut untuk melawan. Kebanyakan mereka membawa senjata tajam. Ban-ban bekas dibakari warga untuk menghadang aparat satpol PP itu. ”Kami siap mati demi mempertahankan makam,” ujar salah seorang warga setengah berteriak.

Sekitar pukul 07.00, bentrok pun tak bisa dihindarkan. Itu terjadi setelah aparat satpol PP merangsek maju menuju areal pemakaman, lalu disambut lemparan batu oleh warga. Tindakan tersebut memancing emosi aparat satpol PP. Mereka lantas membalas serangan itu hingga mengepung gerbang pertama makam yang baru dibangun. Warga semakin marah. Mereka lantas melemparkan sejumlah bom molotov dan petasan. Upaya itu sempat membuat aparat satpol PP mundur. Tak lama kemudian, sebuah ekskavator digerakkan untuk membongkar tembok makam. Aksi tersebut kembali menyulut emosi warga. Di antara mereka ada yang nekat merangsek maju. Bahkan, beberapa di antaranya mengejar sopir ekskavator itu hingga si sopir melarikan diri.

sumber : thephenomena.wordpress.com

Jumat, 26 Februari 2010

Gaya Bahasa

1. Asosiasi :Gaya perbandungan terhadap benda yang sudah disebutkan dengan member persamaan dengan benda tersebut sehingga jelas pada pembaca keadaan benda itu.

Contoh :

· Mukanya pucat bagai mayat

· Pikrannya kusut seperti benang dilanda ayam

2. Metaphora : Sebuah benda dibandingkan langsung dengan benda lain bersifat sama dengan benda semula.

Contoh :

· Raja siang bersinar diufuk timur

· Dewi malam keluar dari perpaduan

3. Personifikasi : Sifat benda mati diumpamakan dengan makhluk hidup.

Contoh :

· Menjerit peluit kereta malam

· Lonceng memanggil para siswa masuk kelas

4. Metonimia : Gaya bahasa yang menggunakan sebuah kata atau nama yang disamakan dengan suatu benda dipakai untuk menggantikan benda yang dimaksud.

Contoh :

· Dia sedang mengendarai kijang

· Mereka memakai masda bukan holden

5. Pleonasme : Gaya bahasa penegas dengan menggunakan sepatah kata yang sebenarnya tidak perlu karena yang dinyatakan oleh kata itu terkandung dalam kata sebelumnya.

Contoh :

· Salju putih meliputi pegunungan Himalaya

· Ia menoleh ke samping

6. Hiperbola : Ungkapan penegas sepatah kata di ganti dengan kata lain yang mengandung arti yang lebih hebat.

Contoh :

· Tiba-tiba amarahnya meledak

· Pelawak tersebut berhasil mengoyak-ngoyak perut penonton

  1. Litotes : Gaya bahasa ini mempergunakan kata-kata yang berlawanan dengan maksud merendahkan diri.

Contoh :

    • Apakah saudara mau mengunjungi wubuk kami ?

· Terimalah bingkisan yang tak berarti ini dengan senang hati

  1. Euphimisme (Ungkapan) : Sebuah kata diganti dengan kata yang lain untuk melembutkan artinya supaya sopan terdengarnya.

Contoh :

    • Ijinkan saya hendak ke belakang

· Ibuku sudah kurang pendengarannya

  1. Simbolik : Gaya bahasa kiasan yang melukiskan sesuatu dengan benda-benda lain sebagai simbol atau lambang.

Contoh :

    • Bunglon, lambang bagi yang tak tetap pendiriannya
    • Lintah darat, lmabang dari pemeras
  1. Ironi : Gaya bahasa sindiran yang dikatakan sebaliknya dari pada sebenarnya, dengan maksud menyindir secara halus orang yang diajak bicara.

Contoh :

· Bagus benar tulisanmu, sampai-sampai aku menjadi pusing

  1. Cynisme : Gaya bahasa menyindir lebih kasar dari ironi biasanya tidak dikatakan yang sebaliknya lagi.

Contoh :

    • Muntah aku melihat perbuatanmu itu
    • Mual perutku mendengar kata –katamu yang mencari helah
  1. Sarkasme : Gaya bahasa kiasan yang kasar sekali, memaki-maki dengan kata yang tak akan dipergunakan oleh orang-orang yang sopan.

Contoh :

    • Walaupun engkau mampus tak ada peduliku
    • Mukamu yang seperti monyet itu, jijik aku melihatnya
  1. Repitisi : Sepatah kata diulang beberapa kali untuk mempertegas, sering terdapat dalam prosa.

Contoh :

    • Selama nafas masih mengalun, selama darah masih mengalir, selama jantung masih berdebar, aku tidak akan berhenti berjuang
    • Bahagia tak usah kamu curi kemana-mana, bahagia tak usah kamu buru ke tempat yang jauh, bahagia ada dalam sanubari sendiri.
  1. Klimaks : Gaya bahasa penegasan yang makin lama makin menghebat atau mendaki.

Contoh :

    • Sepeda, motor, beca, mobil menghiasi keramaian lalu lintas.
    • Dari kecil sampai dewasa sampai setua ini, engkau belajar belum juga pandai
  1. Anti klimaks : Gaya bahasa yang mengatakan beberapa hal atau peristiwa berturut-turut dari yang besar hingga kecil, dari yang penting hingga yang kurang penting, jadi makin menurun.

Contoh :

    • Gudung-gedung, rumah-rumah, toko-toko, warung-warung, semuanya mengibarkan sang merah putih
  1. Syneeddoche Pars pro toto : sebagian untuk menyatakan keseluruhan

Contoh :

    • Saya membeli 3 ekor lembu
    • Kami menyaksikannya dengan mata dan kepala kami
  1. Syneedddoche totem pro parte : seluruh untuk menyatakan sebagian

Contoh :

    • Sekolah kami mendapat piala kejuaraan basket
  1. Paradoks : Gaya bahasa pertentangan bila dilihat sepintas lalu, tetapi karena yang dimaksud oleh kata-kata itu objeknya berlianan, maka tak ada pertentangan di dalamnya.

Contoh :

    • Dia kaya tapi miskin ( kaya harta tapi miskin ilmu )
    • Gajinya besar tetapi hidupnya melarat ( jiwanya menderta )
  1. Antithese : Gaya bahasa yang mempergunakan paduan kata-kata ynag berlawanan arti.

Contoh :

    • Hidup matinya, susah senangnya, serahkan kepadaku
    • Tua muda, besar kecil, laki-laki perempuan hadir dalam rapat itu.
  1. Koreksio : Gaya bahasa penegasan yang dipakai menegaskan dengan membenarkan kembali apa yang salah, yang sudah diucapkan baik sengaja atau tidak.

Contoh :

    • Dia adikku, eh bukan kakakku.
    • Ibu sedang di dapur, eh bukan di kamar mandi
  1. Inversi : Pembalikan subjek, predikat menjadi predikat subjek, maksudnya tekanan jatuh pada predikat.

Contoh :

    • Pandai sungguh engkau
    • Pada malam itu terang benar bulan
  1. Pararelisme : Gaya bahasa penegasan ini terdapat pada puisi sepatah kata diulang beberapa kali pada tempat yang sama, bila tempatnya di awal disebut Anaphora, sedangkan bila tempatnya di akhir disebut Epipora.

Contoh :

    • Anaphora : Apatah tetap

Apatah tak bersalin rupa

Apatah boga sepanjang masa

    • Epipora : Kalau kau mau ia akan datang

Bila kau pinta, ia akan datang

Jika kau kehendaki, ia akan datang

  1. Retoris : Gaya bahasa penengasan dengan menggunkan kalimat tanya tidak bertanya, sering bersifat mengejek atau menyatakan kesangsian.

Contoh :

    • Inilah yang kau namakan bekerja ?
    • Mana mungkin orang mati hidup kembali ?
  1. Elipsi : Gaya bahasa yang berbentuk kalimat elips supaya penegasan jatuh pada kata-kata sisa yang tak disebutkan.

Contoh :

    • Mencuri lagi, tiada juga jera jera di hukum
    • Kalau belum jelas kubentangkan sekali lagi