RSS

Kamis, 21 April 2011

ARTIKEL

PERANAN BANK INDONESIA DALAM PENGENDALIAN INFLASI

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia (BI), pada salah satu pasalnya disebutkan bahwa BI adalah lembaga negara yang independen.

Maksud kalimat tersebut adalah Independen diartikan sebagai lembaga negara yang bebas dari campur tangan pemerintah dan atau pihak lainnya. Selanjutnya, dalam Pasal 9 dinyatakan bahwa pihak lain dilarang melakukan segala bentuk campur tangan terhadap pelaksanaan tugas BI, dan demikian pula BI wajib menolak atau mengabaikan segala bentuk campur tangan dari pihak manapun dalam rangka melaksanakan tugasnya. Independensi tersebut ditandai dengan diberikannya kewenangan penuh pada BI dalam menetapkan target-target yang akan dicapai (goal independence) dan kebebasan dalam menggunakan berbagai piranti moneter (instrument independence) dalam mencapai target tersebut. Selanjutnya, dalam Pasal 10 ditegaskan bahwa BI memiliki kewenangan untuk melaksanakan kebijakan moneter melalui penetapan sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi. Demikian pula, untuk lebih meningkatkan efektivitas pengendalian moneter serta kapasitasnya sebagai lender of the last resort, dalam Pasal 11 dinyatakan bahwa pemberian kredit oleh BI kepada bank dibatasi.

Jangka waktu kredit kepada bank maksimal 90 hari dan penggunaannya hanya untuk mengatasi kesulitan pendanaan jangka pendek. Selain itu, kredit tersebut harus dijamin dengan surat berharga yang bernilai tinggi dan mudah dicairkan yang nilainya minimal sebesar jumlah kredit atau pembiayaan yang diterima oleh bank.

Tujuan dan tugas BI saat ini sesuai dengan undang-undang baru tersebut adalah tujuan BI adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Untuk mencapai tujuan tersebut BI mempunyai 3 tugas utama, yaitu menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mengatur dan mengawasi bank. Dalam rangka menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter tersebut, BI berwenang menetapkan sasaran-sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi yang ditetapkan. Perlu dikemukakan bahwa tugas pokok BI berubah sejak diterapkannya undang-undang tersebut, yaitu dari multiple objective (mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memelihara kestabilan nilai rupiah) menjadi single objective (mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah). Dengan demikian tingkat keberhasilan BI akan lebih mudah diukur dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Yang dimaksud dengan kestabilan nilai rupiah adalah kestabilan nilai rupiah tercermin dari tingkat inflasi dan nilai tukar yang terjadi. Tingkat inflasi tercermin dari naiknya harga barang-barang secara umum. Faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu tekanan inflasi yang berasal dari sisi permintaan dan dari sisi penawaran. Dalam hal ini, BI hanya memiliki kemampuan untuk mempengaruhi tekanan inflasi yang berasal dari sisi permintaan, sedangkan tekanan inflasi dari sisi penawaran (bencana alam, musim kemarau, distribusi tidak lancar, dll) sepenuhnya berada diluar pengendalian BI. Oleh karena itu, untuk dapat mencapai dan menjaga tingkat inflasi yang rendah dan stabil, diperlukan adanya kerjasama dan komitmen dari seluruh pelaku ekonomi, baik pemerintah maupun swasta. Tanpa dukungan dan komitmen tersebut niscaya tingkat inflasi yang sangat tinggi selama ini akan sulit dikendalikan. Selanjutnya nilai tukar rupiah sepenuhnya ditetapkan oleh kekuatan permintaan dan panawaran yang terjadi di pasar. Apa yang dapat dilakukan oleh BI adalah menjaga agar nilai rupiah tidak terlalu berfluktuasi secara tajam.

BI mengontrol tingkat inflasi dengan cara Seperti dikemukakan diatas bahwa kontrol BI atas inflasi sangat terbatas, karena inflasi dipengaruhi oleh banyak faktor. Oleh karena itu, BI selalu melakukan assessment terhadap perkembangan perekonomian, khususnya terhadap kemungkinan tekanan inflasi. Selanjutnya respon kebijakan moneter didasarkan kepada hasil assessment tersebut. Perlu disampaikan pula bahwa pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan hanya melalui kebijakan moneter, melainkan juga kebijakan ekonomi makro lainnya seperti kebijakan fiskal dan kebijakan di sektor riil. Untuk itulah koordinasi dan kerjasama antar lembaga lintas sektoral sangatlah penting dalam menangani masalah inflasi ini.

Kebijakan moneter BI kedepan yang lebih memfokuskan pada sasaran tunggal inflasi dilakukan dengan cara Sasaran akhir kebijakan moneter BI di masa depan pada dasarnya lebih diarahkan untuk menjaga inflasi. Pemilihan inflasi sebagai sasaran akhir ini sejalan pula dengan kecenderungan perkembangan terakhir bank-bank sentral di dunia, dimana banyak bank sentral yang beralih untuk lebih memfokuskan diri pada upaya pengendalian inflasi. Alasan yang mendasari perubahan tersebut adalah, pertama, bukti-bukti empiris menunjukkan bahwa dalam jangka panjang kebijakan moneter hanya dapat mempengaruhi tingkat inflasi, kebijakan moneter tidak dapat mempengaruhi variabel riil, seperti pertumbuhan output ataupun tingkat pengangguran. Kedua, pencapaian inflasi rendah merupakan prasyarat bagi tercapainya sasaran makroekonomi lainnya, seperti pertumbuhan pada tingkat kapasitas penuh (full employment) dan penyediaan lapangan kerja yang seluas-luasnya. Ketiga, yang terpenting, penetapan tingkat inflasi rendah sebagai tujuan akhir kebijakan moneter akan menjadi nominal anchor berbagai kegiatan ekonomi.

  1. Strategi yang digunakan oleh BI dalam mencapai sasaran inflasi yang rendah adalah :

    1. Mengkaji efektivitas instrumen moneter dan jalur transmisi kebijakan moneter.

    2. Menentukan sasaran akhir kebijakan moneter.

    3. Mengidentifikasi variabel yang menyebabkan tekanan-tekanan inflasi.

    4. Memformulasikan respon kebijakan moneter.

Dapat ditambahkan bahwa laju inflasi yang diperoleh dari indeks harga konsumen (IHK) sebagai sasaran akhir dan laju inflasi inti (core atau underlying inflation) sebagai sasaran operasional.

Konsep inflasi inti (core inflation) dapat kita bagi menjadi dua yaitu Berdasarkan pengertiannya, ada 2 konsep dalam pengertian inflasi inti. Pertama, inflasi inti sebagai komponen inflasi yang cenderung ‘menetap’ atau persisten (persistent component) di dalam setiap pergerakan laju inflasi. Kedua, inflasi inti sebagai kecenderungan perubahan harga-harga secara umum (generalized component). Core inflation pada beberapa literatur disebut juga dengan underlying inflation. Inflasi inti inilah yang dapat dipengaruhi atau dikendalikan oleh BI. Di dalam operasionalnya, BI tidak menggunakan inflasi IHK sebagai acuan dalam mengambil kebijakan moneter, namun menggunakan inflasi inti.

Penggunaan inflasi inti sebagai sasaran operasional dikarenakan inflasi inti dapat memberikan signal yang tepat dalam memformulasikan kebijakan moneter. Sebagai contoh, dalam hal terjadi gangguan permintaan (demand shock) yang mengakibatkan inflasi tinggi, respon bank sentral akan mengetatkan uang beredar sehingga tingkat inflasi dapat ditekan. Disamping itu, kebijakan tersebut dapat juga untuk menyesuaikan kembali pertumbuhan ekonomi pada tingkat yang sesuai dengan kapasitas perekonomian. Sebaliknya, jika inflasi meningkat karena terjadinya gangguan penurunan di sisi penawaran (supply side), misalnya kenaikan harga makanan karena musim kering maka kebijakan uang ketat justru dapat memperburuk tingkat harga dan pertumbuhan ekonomi. Respon yang dapat dilakukan oleh bank sentral adalah kebijakan melonggarkan likuiditas perkonomian justru diperlukan untuk menstimulir peningkatan penawaran.

Inflasi yang akan dipakai BI dalam menetapkan targetnya adalah BI menetapkan IHK sebagai targetnya, seperti yang diterapkan di semua negara yang menganut sistem target inflasi secara eksplisit. Ada beberapa alasan yang mendasari dipilihnya IHK sebagai target bank sentral, baik dari sisi teoritis maupun dari segi kepraktisannya. Kelebihan digunakannya IHK ini antara lain adalah merupakan alat ukur yang paling tepat dalam mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat karena IHK mengukur indeks biaya hidup konsumen. Seperti yang berlaku pada negara-negara lain institusi yang bertugas mengumpulkan data statistik selalu memfokuskan sebagian besar sumber dayanya untuk menghasilkan data IHK yang reliable dibandingkan indeks harga lainnya, sehingga hasil pengukuran IHK selalu memiliki kualitas yang lebih baik dan selalu tersedia secara tepat waktu.

Tekanan terhadap angka inflasi dapat dibagi dua Dilihat dari asalnya, tekanan inflasi dapat dibedakan atas domestic pressures (berasal dari dalam negeri) dan external pressures (berasal dari luar negeri). Tekanan yang berasal dari dalam negeri dapat diakibatkan oleh adanya gangguan dari sisi penawaran dan permintaan serta kebijakan yang diambil oleh instansi lain di luar BI, misalnya kebijakan penghapusan subsidi pemerintah, kenaikan pajak, dll. Gangguan dari sisi penawaran dapat timbul apabila terjadi musim kering yang mengakibatkan gagal panen, terjadinya bencana alam, gangguan distribusi tidak lancar dan adanya kerusuhan-kerusuhan sosial yang berakibat terputusnya pasokan dari luar daerah. Gangguan dari sisi permintaan dapat terjadi apabila otoritas moneter menerapkan kebijakan uang longgar.

sumber : http://putracenter.net/2009/01/15/peranan-bank-indonesia-dalam-pengendalian-inflasi/


Opinion :

Inflation is actually good for developing countries, but it’s not over. Inflation for developing like Indonesia, will make to enhance economic growth. For Indonesia, fuel price hike affects inflation, because fuel in Indonesia is still subsidied and no replacement,so the role of government is very important to keep this fuel prices.

I agree with this article, that not only Bank of Indonesia which work to keep inflation rate but we as economic person too. And everyday, Supply and demand in market that we do, influences it too, so keep inflation rate as our job, and one more, not only Bank of Indonesia’s job. Every economic activity that we do, always influences to ather economic aspects.

UNEMPLOYMENT

A. Pengertian Pengangguran

Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga, siswa sekolan smp, sma, mahasiswa perguruan tinggi, dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan.

B. Jenis-jenis Pengangguran

1. Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment

Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.

2. Pengangguran Struktural / Structural Unemployment

Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.

3. Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment

Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, tukan jualan duren yang menanti musim durian.

4. Pengangguran Siklikal

Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.

C. Faktor penyebab terjadinya Pengangguran

1. Ketidaksesuaian antara hasil yang dicapai antara pendidikan dengan lapangan kerja

Umumnya perusahaan atau penyedia lapangan kerja membutuhkan tenaga yang siap pakai, artinya sesuai dengan pendidikan dan ketrampilannya, namun dalam kenyataan tidak banyak tenaga kerja yang siap pakai tersebut. Justru yang banyak adalah tenaga kerja yang tidak sesuai dengan job yang disediakan.

Tingkat Pendidikan memicu Pengangguran

Pertumbuhan ekonomi sangat mempengaruhi angka pengangguran. Melihat kenyataan ini, semestinya lembaga-lembaga pendidikan, punya tanggung jawab moral terhadap lulusannya, jangan sampai menambah deretan jumlah pengangguran yang sudah ada.
banyak orang yang menganggur karena kurangnya lapangan pekerjaan yang tersedia.Pendidikan di Indonesia juga merupakan factor utama yang menyebabkan terjadinya pengangguran.Banyak orang yang tidak mampu menyelesaikan pendidikannya sampai menengah atas ataupun perguruan tinggi.

lembaga pendidikan menjadi kebutuhan semua lapisan masyarakat yang ada di Indonesia. Karena itu pula, dewasa ini begitu menjamur sekolah-sekolah tinggi, akademi dan sejenisnya yang menawarkan program Diploma 1 (D1) hingga D3. Namun, program-program diploma itu, juga terkesan masih mahal menurut ukuran kocek kelas menengah bawah.Pendidikan yang hanya berorientasi kepada kalangan pemilik uang, sesungguhnya merupakan hal yang jauh dari apa yang disebut pendidikan yang membebaskan.

Berbagai kemungkinan dapat menyebabkan peserta didik tak dapat melanjutkan pendidikan formal ke jenjang yang lebih tinggi. Ada yang memang karena ketidakmampuan orangtua disebabkan karena memerlukan biaya yang tinggi, selain itu ada pula karena malas, dan lainnya. Justru itu, program life skill seperti bidang komputer, jahit-menjahit, montir, bahasa Inggris serta lainnya sangat besar manfaatnya buat kehidupan karena itu dapat menjadikan mereka setidaknya agar mereka dapat memiliki kemampuan yang lain.Tetapi karena juga banyaknya orang-orang yang kurang menyadari betapa pentingnya pendidikan, mereka tidak perduli dengan nasib mereka sendiri.Oleh karenanya mereka menjalankan kehidupan mereka sendiri dengan yang apa adanya dan kadang juga menggantungkan hidupnya pada orang lain.Karena tidak mempunyai uang untuk membiayai hidupnya mereka terkadang melakukan kejahatan dan tindakan kriminal yang dapat merugikan orang lain.

Dengan upaya-upaya pelatihan life skill, angkatan kerja kita punya keterampilan yang siap pakai dan profesional, sehingga tidak menganggur atau menjadi tenaga kerja murahan.. Orang yang hanya bisa menyelesaikan pendidikannya sampai tingkat menengah atas saja sebagian besar hanya sebagai buruh-buruh di pabrik hanya sebagian kecil diantara mereka yang bisa mendapatkan pekerjaan yang layak.

2. Ketidakseimbangan demand (permintaan) dan supply (penawaran)

Pengangguran masih tinggi karena permintaan kerja sangat sedikit dibandingkan tenaga kerja yang tersedia.

3. Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dihasilkan masih rendah

Penciptaan SDM oleh perguruan tinggi yang belum memadai, atau belum mencapai standar yang ditetapkan.

4. Malas

Pemikiran beberapa orang yang ingin mendapatkan materi yang berkelebihan dengan cara yang instan atau cepat dan mudah, tanpa harus berusaha dengan kerasnya, disebabkan tidak maunya berlelah dahulu.

5. Umur

Faktor umurpun sering menjadi alasan untuk tidak memperkerjaan seseorang, karena yang sudah usia lanjut kadang kreatifitasnya akan semakin berkurang. Bisa dikatakan, semakin tua semakin sempit pula harapan kita untuk bekerja, meskipun tidak mutlak.

OPINI :

Menurut kami, tingkat pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi terjadinya pengangguran, begitupun juga dengan pendidikan yang kita jalankan atau dapatkan. Kesadaran dari setiap individu akan pentingnya suatu pendidikan untuk diikuti, bukan hanya secara formal tetapi dapat juga secara informal. Karena sekecil apapun pendidikan yang kita dapatkan bila dilakukan dengan sungguh-sungguh, pasti akan selalu berdampak pada kehidupan kita, yaitu mengurangi tingkat pengangguran, dikarenakan adanya pengetahuan atau bekal untuk menghadapi dunia kerja.

SOLUSI:

Awal untuk mengatasi pengangguran adalah dari pola pikir masyarakat, dan betapa pentingnya dan pengaruhnya pendidikan bagi setiap aspek kehidupan.

Untuk mengatasi atau menekan terjadinya pengangguran yaitu

  1. Merevisi system pendidikan, dimana lebih banyak kepada praktiknya, dan mempersiapkan generasi muda untuk masuk ke dalam dunia kerja.

  2. Menumbuhkan sifat bekerja keras atau mau berusaha dari setiap individu

  3. Menumbuhkan tingkat kesadaran dalam masing-masing individu akan pentingnya pendidikan untuk bekal masa depan

  4. Mengikuti pelatihan life skill, angkatan kerja kita punya keterampilan yang siap pakai dan profesional

  5. Berani atau tidak malu untuk memulai suatu pekerjaan dari yang biasa

  6. Pemerintah turut campur tangan dalam menambah lapangan kerja baru atau memberi modal usaha bagi mereka yang kurang mampu.

  7. Menumbuhan sifat kewirausahaan, agar tidak terpaku pada lapangan kerja yang ada, tetapi mau membuat suatu lapangan kerja yang baru.

KESIMPULAN :

Pengangguran selain disebabkan karena pendidikan ataupun tingkat ekonomi seseorang, faktornya yang mendukung terjadinya pengangguran juga karena kurangnya kesadaran dan kreatifitas yang harusnya terus dikembangkan agar mempunyai skill yang patut diperhitungkan di dunia usaha.


Kelas : 1EA09

Nama :

¨ Desy Natalia (19210017)

¨ Dewi Komalasari (19210117)

¨ Erlita Ardevillana (12210404)

¨ Rika Mustika Dewi (15210945)

¨ Suhartini Umi K.J.H. (16210718)

Sabtu, 18 Desember 2010

KASIH

Kasih merupakan suatu sifat dan sikap yang bila kita terapkan dalam kehidupan ini, akan membawa kedamaian. Tetapi dalam realitanya, sulit sekali kita bersikap saling mengasihi satu maupun dengan yang lain. Kita lebih bersikap mementingkan diri sendiri tanpa melihat kondisi orang disekeliling kita.

Kalau di dalam agama Kristen, mengenal kasih itu adalah Tuhan, dan dengan hukum kasih yaitu:

"Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." (Matius 22 :37-40)

Dalam ajaran agama Kristen, kasih itu dikenal dengan,

”Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; Ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap” (1 Korintus 13:4-8).

Semua agama atau keyakinan yang dimiliki manusia yang ada di dunia ini, selalu mengajarkan untuk hidup dengan KASIH. Kasih yang sempurna hanya berasal dari Tuhan, karena tak terbatasNya kebaikan kasihNya terhadap kita maupun untuk dunia ini. Sedangkan kasih dari manusia merupakan kasih yang mengharapkan imbalan atau balasan, karena tidak ada yang manusia yang sempurna. Tetapi tidak menutup kemungkinan kalau kita sebagai makhluk hidup mempunyai kasih, walapun terkadang kita bisa egois atau iri dan sifat yang lainnya yang membuat kasih terhadap sesama menjadi menurun.

“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”, artinya baiklah kita bisa mengasihi orang lain seperti kita bisa mengasihi diri kita sendiri. Karena bagaimanapun juga kita merupakan makhluk sosial dimana kita tidak bisa hidup tanpa ada orang disekitar kita, untuk itu kita perlu hidup dengan menghargai dan bersikap baik antara satu dengan yang lainnya. Karena kalau kita mau dihargai oleh orang lain sebelumnya kita harus berusaha untuk menghargai orang lain. Dengan hidup saling mengasihi satu dengan yang lainnya membuat timbulnya sukacita dan damai sejahtera dalam kehidupan ini. Dengan begitu kehidupan ini akan menjadi lebih indah karena penuh dengan senyuman kebahagian.


- KASIH ITU MEMBAWA SUKACITA-

Senin, 29 November 2010

Kepribadian Bangsa Timur

Kepribadian merupakan suatu pola sikap yang mencerminkan sikap dan karakter dari seseorang terhadap lingkungannya. Kepribadian bangsa timur, merupakan kepribadian yang bersifat tepo seliro atau mempunyai toleransi yang tinggi. Contohnya adalah negara kita, Indonesia, yang mempunyai keanekaragaman agama, suku dan budaya, tetapi tidak membuat semuanya itu menjadi suatu halangan bagi bangsa Indonesia bisa hidup saling menghargai satu dengan yang lainnya, walaupun ada dari beberapa masyarakat kurang dapat melakukan hal tersebut.

Indonesia dikenal oleh bangsa lain sebagai bangsa yang berkepribadian yang baik. Dunia mengenal bangsa timur sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat, hal tersebut membuat bangsa-bangsa yang lain menjadi menyukainya, karena mempunyai hidup yang tidak individualistis (lebih mementingkan diri sendiri) dan saling tolong menolong. Kepribadian bangsa timur juga identik atau terciri dengan tutur kata yang lemah lembut dan sopan dalam bergaul maupun dalam hal berpakaian, seperti halnya bangsa Indonesia

Bangsa timur erat kaitannya dengan rasa sosialisasi dan rasa solidaritas yang tinggi. Misalnya saling tolong menolong dan bergotong royong yang dilakukan bersama-sama. Hal tersebut bagi bangsa timur merupakan suatu sikap yang bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan. Sikap tersebut bisa terbentuk karena juga faktor dari masa lalu dalam masa perjuangan melawan penjajahan, seperti Indonesia, yang bekerja keras, pantang menyerah dan saling bekerja sama satu dengan yang lainnya, demi untuk melepaskan diri dari penjajah dan memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Hal tersebut, bisa membuat jati diri bangsa menjadi terbentuk.







Bangsa timur memiliki kebudayaan yang masih kental dari negara atau daerah masing-masing. Masih ada adat-adat atau upacara tertentu yang masih dilaksanakan oleh bangsa timur. Kegiatan-kegiatan tersebut membuat kepribadian bangsa timur semakin unik diantara bangsa lainnya. Misalnya bangsa Indonesia masih banyak yang melaksanakan upacara-upacara adat dan tarian khas dari masing-masing daerah yang diselenggarakan dalam acara-acara tertentu.

Tercampur dengan pola pikir bangsa lain, membuat suatu kepribadian bangsa menjadi memudar atau luntur. Tetapi, Kepribadian suatu bangsa tidak dapat lenyap begitu saja, walaupun terkontaminasi oleh aspek-aspek dari luar bangsa tersebut, karena kepribadian suatu bangsa sudah melekat atau menjadi jati diri suatu bangsa. Bila suatu bangsa bisa menyaring apa yang diterima dari bangsa-bangsa lain, kepribadian yang menjadi pandangan atau dasar hidup kita tidak akan memudar, bahkan kita akan mempunyai kepribadian yang lebih baik lagi, kalau kita mengambil hal yang positifnya dari suatu kepribadian dari bangsa lain. Tetapi tetap, kepribadian suatu bangsa tidak dapat digantikan.

Sumber :

http://arikaka.com/manusia-dan-kebudayaan/

http://riohode.blogspot.com/2010/05/manusia-dan-kebudayaan.html

http://tonifebruari666.wordpress.com/2008/05/07/kepribadian-indonesia/

Senin, 27 September 2010

Basket

Bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Bola basket sangat cocok untuk ditonton karena biasa dimainkan di ruang olahraga tertutup dan hanya memerlukan lapangan yang relatif kecil. Selain itu, bola basket mudah dipelajari karena bentuk bolanya yang besar, sehingga tidak menyulitkan pemain ketika memantulkan atau melempar bola tersebut.

Sejarah

Permainan bola basket diciptakan oleh Prof. Dr. James A. Naismith salah seorang guru pendidikan jasmani Young Mens Christian Association (YMCA) Springfield, Massachusets, Amerika Serikat pada tahun 1891. Gagasan yang mendorong terwujudnya cabang olahragabaru ini ialah adanya kenyataan bahwa waktu itu keanggotaan dan pengunjung sekolah tersebut kian hari kian merosot. Sebab utamanya adalah rasa bosan dari para anggota dalam mengikuti latihan olahraga Senam yang gerakannya kaku. Di samping itu kebutuhan yang dirasakan pada musim dingin untuk tetap melakukan olahraga yang menarik semakin mendesak. Dr. Luther Gullick, pengawas kepala bagian olahraga pada sekolah tersebut menyadari adanya gejala yang kurang baik itu dan segera menghubungi Prof. Dr. James A. Naismith serta memberi tugas kepadanya untuk menyusun suatu kegiatan olahraga yang baru yang dapat dimainkan di ruang tertutup pada sore hari.
Dalam menyambut tugasnya itu Nasimith menyusun suatu gagasan yang sesuai dengan kebutuhan ruang tertutup yakni permainan yang tidak begitu keras, tidak ada unsur menendan, menjegal dan menarik serta tidak sukar dipelajari. Langkah pertama, diujinya gubahan dari permainan Footbal, Baseball, Lacrose dan Sepakbola. Tetapi tidak satupun yang cocok dengan tuntutannya. Sebab disamping sulit dipelajari, juga permainan tersebut masih terlalu keras untuk dimainkan di ruangan tertutup yang berlampu.

Dari hasil percobaan yang dilakukan itu Naismith akhrinya sampai pada kesimpulan bahwa permainan yang baru itu harus mempergunakan bola yang bentuknya bulat, tidak menjegal, dan harus menghilangkan gawang sebagai sasarannya. Untuk menjinakkan bola sebagai pengganti menendang dilakukan gerakan mengoper dengan tangan serta menggiring bola (dribbling) sebagai puncak kegairahan, gawang diganti dengan sasaran lain yang sempit dan terletak di atas para pemain, sehingga dengan obyek sasaran yang demikian pengutamaan tembakan tidak terletak pada kekuatan seperti yang terjadi pada waktu menendang, melainkan pada ketepatan menembak.

Semula Naismith akan menggunakan kotak kayu untuk sasaran tembakan tersebut, tetapi berhubung waktu percobaan dilakukan yang ada hanya keranjang (basket) buah persik yang kosong, maka akhirnya keranjang itulah dijadikan sasaran tembakan. Dari perkataan basket ini kemudian permainan baru yang ditemukan Prof. Dr. James A. Naismith tersebut dinamakan Basketball.


Lapangan, waktu dan jumlah pemain

Permainan bola basket adalah persegi panjang dengan ukuran panjang lapangan yaitu 26 meter serta lebar lapangan yaitu 14 meter. Tiga buah lingkaran yang terdapat di dalam lapangan basket memiliki panjang jari-jari yaitu 1,80 meter.


Jumlah pemain dalam permainan bola basket adalah 5 orang dalam satu regu dengan cadangan 5 orang. Sedangkan jumlah wasit dalam permainan bola basket adalah 2 orang. Wasit 1 disebut Referee sedangkan wasit 2 disebut Umpire.

Waktu permainan 4 X 10 menit. Di antara babak 1, 2, 3, dan babak 4 terdapat waktu istirahat selama 10 menit. Bila terjadi skor yang sama pada akhir pertandingan harus diadakan perpanjangan waktu sampai terjadi selisih skor. Di antara dua babak tambahan terdapat waktu istirahat selama 2 menit. Waktu untuk lemparan ke dalam yaitu 5 detik.

Keliling bola yang digunakan dalam permainan bola basket adalah 75 cm - 78 cm. Sedangkan berat bola adalah 600 - 650 gram. Jika bola dijatuhkan dari ketinggian 1,80 meter pada lantai papan, maka bola harus kembali pada ketinggian antara 1,20 - 1,40 meter.

Panjang papan pantul bagian luar adalah 1,80 meter sedangkan lebar papan pantul bagian luar adalah 1,20 meter. Dan panjang papan pantul bagian dalam adalah 0,59 meter sedangkan lebar papan pantul bagian dalam adalah 0,45 meter.

Jarak lantai sampai ke papan pantul bagian bawah adalah 2,75 meter. Sementara jarak papan pantul bagian bawah sampai ke ring basket adalah 0,30 meter. Ring basket memiliki panjang yaitu 0,40 meter. Sedangkan jarak tiang penyangga sampai ke garis akhir adalah 1 meter.

Panjang garis tengah lingkaran pada lapangan basket adalah 1,80 meter dengan ukuran lebar garis yaitu 0,05 meter. Panjang garis akhir lingkaran daerah serang yaitu 6 meter. Sedangkan panjang garis tembakan hukuman yaitu 3,60 meter.