RSS

Minggu, 07 Oktober 2012

Segmentasi Pasar dan Analisa Demografi


Segmentasi Pasar

Segmentasi Pasar merupakan suatu kegiatan membagi pasar yang bersifat heterogen ke dalam segmen-segmen yang bersifat homogen. Maksudnya adalah pasar-pasar yang berbeda tersebut, dibentuk dalam suatu ruang lingkup yang lebih kecil dengan berdasarkan kesamaan yang diklasifikasikan.
Perbedaan keinginan antar konsumen yang satu dengan yang lainnya, menjadi alasan yang utama dibentuknya suatu segmentasi pasar. Manfaat dari segmentasi pasar itu sendiri antara lain:

·         Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang dinamis
·         Dapat mendesign produk yang sesuai dengan permintaan pasar Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang dinamis
·         Dapat menentukan periklanan yang paling efektif dibuat
·         Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
·         Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.

Dimana pasar dapat diidentifikasikan atau diklasifikasikan sbb:
ü  Berdasarkan geografis
Yaitu dilihat berdasarkan wilayah yang ditempati.
ü  Berdasarkan demografis
Yaitu dilihat dari usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, penghasilan dan kelas sosial.
ü  Berdasarkan psikografis
Yaitu dilihat dari gaya hidup, kepribadian dan nilai.
ü  Perilaku pembelian
Yaitu dilihat dari tingkat pemakaian, status kesetiaan dan status pemakai.

Analisa Demografi

Demografis merupakan klasifikasi segmentasi berdasarkan peta kependudukan. Dari klasifikasi segmentasi yang ada, tetap harus selalu melihat dari demografisnya. Misalnya segmentasi gaya hidup dan teknologi, tetap harus dilihat dari variabel demografis seperti usia, jenis kelamin, pendidikan dan penghasilan. Kemudian informasi demografis merupakan informasi yan mudah dijangkau dan paling murah untuk mengidentifikasi target market maupun memberikan wawasan tentang trend yang sedang terjadi. Demografis juga dapat digunakan untuk melihat perubahan permintaan aneka produk, yang kemudian dapat mengevaluasi dari pemasaran yang sudah dilakukan.
Data demografi dibutuhkan untuk salah satu dari 4 kategori ini, yaitu:
1.    Market management
Menyangkut bagaimana menilai potensi pasar dalam setiap area geografis dan mengalokasikan wilayah penjualan kepada pasar yang potensial.
2.    Analisa produk
Mengenai pemilihan produk yang ditargetkan di suatu wilayah tertentu, menentukan harga jual dan berapa pangsa pasar yang ingin dikuasai. Analisis ini termasuk ke dalam pemahaman perilaku konsumen.
3.    Strategi periklanan
Mengenai cara untuk memperkenalkan atau mengkomunikasikan produk (barang atau jasa) kepada orang-orang yang menjadi target pemasaran.
4.    Perencanaan strategi
Mengenai hal yang berhubungan dengan eksistensi perusahaan. Dalam hal ini perusahaan perlu mempelajari perubahan yang terjadi dan dapat mengganggu eksistensi perusahaan, yaitu perubahan prioritas kebutuhan konsumen, perubahan peta persaingan dan menemukan produk baru.


Sumber:

Khasali, Rhenald. 1998. Membidik Pasar Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama








Sabtu, 06 Oktober 2012

Proses Pengambilan Keputusan oleh Konsumen



Saat proses sebelum maupun sesudah terjadinya pembelian, diperlukan suatu pengambilan keputusan terhadap barang atau jasa yang akan kita beli atau gunakan. Dalam proses pengambilan keputusan, didasari pada perilaku konsumen tersebut. Perilaku konsumen itu sendiri adalah suatu proses mencari, memilih, membeli, menggunakan dan mengevaluasi terhadap suatu barang atau jasa yang dapat memuaskan kebutuhan konsumen tersebut.
Harga merupakan salah satu yang mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan. Bila harga suatu barang yang cenderung rendah, membuat proses pengambilan keputusan menjadi lebih mudah sedangkan harga yang cenderung tinggi membuat pengambilan keputusan menjadi lebih lama karena bagi beberapa orang harga menjadi suatu hal yang penting.
Berikut beberapa hal yang mendasari proses pengambilan keputusan, diantaranya:
1)    Pengenalan masalah (problem recognition)
Sebelum pembelian dilakukan, konsumen harus mengetahui apa yang menjadi point masalahnya, yang membuatnya harus membeli barang tersebut.
2)    Pencarian informasi (information source)
Setelah mengenal dan mendapatkan apa yang menjadi point masalah, selanjutnya mulai melakukan pencarian informasi mengenai barang yang ingin dibeli. Pencarian informasi tersebut bisa melalui orang disekitar ataupun menggunakan kemajuan teknologi yang ada.
3)    Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation)
Berbagai macam informasi yang sudah didapatkan tersebut, menjadi alternatif untuk dievaluasikan dengan masalah yang ada.
4)    Keputusan pembelian (purchase decision)
AHAA!!!
Setelah alternatif yang ada dievaluasi, kemudian mulailah konsumen mengambil suatu keputusan pembelian.
5)    Evaluasi pasca pembelian (post-purchase evaluation)
Setelah keputusan dibuat dan dilakukan pembelian, kemudian dilakukanlah suatu evaluasi terhadap barang yang dibeli, apakah barang tersebut sesuai dengan harapan yang diinginkan atau tidak.

Dalam proses pengambilan keputusan, ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, yaitu:
1)    Dari dalam diri
·         Motivasi diri sendiri
·         Persepsi
·         Integrasi
·         Pengalaman masa lalu
·         Sifat pribadi
2)    Dari luar
·         Kedudukan
·         Situasi
·         Masalah
·         Tekanan dari luar
Tipe pengambilan keputusan:
1)    Tipe Ketergantungan
Tipe konsumen seperti ini jelas merupakan tipe yang bergantung dengan orang disekitarnya (tidak mempunyai pendirian yang tegas).
2)    Tipe Eksploitatif
Dalam pengambilan keputusan, tipe ini bersifat mengeksploitasi orang lain.
3)    Tipe Tabungan
Tipe ini dalam pengambilan keputusan, cenderung mengumpulkan ide-idenya sendiri tanpa membagikannya kepada yang lain guna memperkuat posisinya sendiri.
4)    Tipe Pemasaran
Merupakan tipe yang memamerkan ide yang dia miliki dalam pengambilan keputusan.
5)    Tipe Produktif
Tipe ini merupakan tipe pengambil keputusan yang kreatif dimana mempunyai pengetahuan, keterampilan dan pemikiran yang jauh ke depan.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen
http://eprints.undip.ac.id/5787/1/Pengambilan_Keputusan_-_AYUN_SRIATMI.pdf

Selasa, 12 Juni 2012

Perbatasan Wilayah Indonesia

1.      Perbatasan wilayah darat dan laut Indonesia dan tetangga
Republik Indonesia adalah Negara kepulauan berwawasan nusantara, sehingga batas wilayah di laut harus mengacu pada UNCLOS (United Nations Convension on the Law of the Sea) 82/ HUKLA (Hukum laut) 82 yang kemudian diratifikasi dengan UU No. 17 Tahun 1985. Indonesia memiliki sekitar 17.506 buah pulau dan 2/3 wilayahnya berupa lautan.
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai sekitar 81.900 kilometer, memiliki wilayah perbatasan dengan banyak negara baik perbatasan darat (kontinen) maupun laut (maritim).
·         Batas darat wilayah Republik Indonesia berbatasan langsung dengan negara-negara Malaysia, Papua New Guinea (PNG) dan Timor Leste. Perbatasan darat Indonesia tersebar di tiga pulau, empat Provinsi dan 15 kabupaten/kota yang masing-masing memiliki karakteristik perbatasan yang berbeda-beda. Demikian pula negara tetangga yang berbatasannya baik bila ditinjau dari segi kondisi sosial, ekonomi, politik maupun budayanya.
·         wilayah laut Indonesia berbatasan dengan 10 negara, yaitu India, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Republik Palau, Australia, Timor Leste dan Papua Nugini (PNG). Wilayah perbatasan laut pada umumnya berupa pulau-pulau terluar yang jumlahnya 92 pulau dan termasuk pulau-pulau kecil.

2.      Pulau di Indonesia yang merupakan perbatasan dengan Negara
Berdasarkan inventarisasi yang telah dilakukan oleh DISHIDROS TNI AL, terdapat 92 pulau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, diantaranya :
1)      Pulau Simeulucut, Salaut Besar, Rawa, Rusa, Benggala dan Rondo berbatasan dengan India
2)      Pulau Sentut,, Tokong Malang Baru, Damar, Mangkai, Tokong Nanas, Tokong Belayar, Tokong Boro, Semiun, Subi Kecil, Kepala, Sebatik, Gosong Makasar, Maratua, Sambit, Berhala, Batu Mandi, Iyu Kecil, dan Karimun Kecil berbatasan dengan Malaysia
3)      Pulau Nipa, Pelampong, Batu berhenti, dan Nongsa berbatasan dengan Singapura
4)      Pulau Sebetul, Sekatung, dan Senua berbatasan dengan Vietnam
5)      Pulau Lingian, Salando, Dolangan, Bangkit, Manterawu, Makalehi, Kawalusu, Kawio, Marore, Batu Bawa Ikang, Miangas, Marampit, Intata, kakarutan dan Jiew berbatasan dengan Filipina
6)      Pulau Dana, Dana (pulau ini tidak sama dengan Pulau Dana yang disebut pertama kali, terdapat kesamaan nama), Mangudu, Shopialoisa, Barung, Sekel, Panehen, Nusa Kambangan, Kolepon, Ararkula, Karaweira, Penambulai, Kultubai Utara, Kultubai Selatan, Karang, Enu, Batugoyan, Larat, Asutubun, Selaru, Batarkusu, Masela dan Meatimiarang berbatasan dengan Australia
7)      Pulau Leti, Kisar, Wetar, Liran, Alor, dan Batek berbatasan dengan Timor Leste
8)      Pulau Budd, Fani, Miossu, Fanildo, Bras, Bepondo danLiki berbatasan dengan Palau
9)      Pulau Laag berbatasan dengan Papua Nugini
10)  Pulau Manuk, Deli, Batukecil, Enggano, Mega, Sibarubaru, Sinyaunau, Simuk dan wunga berbatasan dengan samudra Hindia

Diantara 92 pulau terluar ini, ada 12 pulau yang harus mendapatkan perhatian serius dintaranya:
1)      Pulau Rondo
terletak di ujung barat laut Propinsi Nangro Aceh Darussalam (NAD). Disini terdapat Titik dasar TD 177. Pulau ini adalah pulau terluar di sebelah barat wilayah Indonesia yang berbatasan dengan perairan India.


2)      Pulau Berhala
terletak di perairan timur Sumatera Utara yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Di tempat ini terdapat Titik Dasar TD 184. Pulau ini menjadi sangat penting karena menjadi pulau terluar Indonesia di Selat Malaka, salah satu selat yang sangat ramai karena merupakan jalur pelayaran internasional.
3)      Pulau Nipa
salah satu pulau yang berbatasan langsung dengan Singapura. Secara Administratif pulau ini masuk kedalam wilayah Kelurahan Pemping Kecamatan Belakang Padang Kota Batam Propinsi Kepulauan Riau. Pulau Nipa ini tiba tiba menjadi terkenal karena beredarnya isu mengenai hilangnya/ tenggelamnya pulau ini atau hilangnya titik dasar yang ada di pulau tersebut. Hal ini memicu anggapan bahwa luas wilayah Indonesia semakin sempit.
Pada kenyataanya, Pulau Nipa memang mengalami abrasi serius akibat penambangan pasir laut di sekitarnya. Pasir pasir ini kemudian dijual untuk reklamasi pantai Singapura. Kondisi pulau yang berada di Selat Philip serta berbatasan langsung dengan Singapura disebelah utaranya ini sangat rawan dan memprihatinkan.
4)      Pulau Sekatung
merupakan pulau terluar Propinsi Kepulauan Riau di sebelah utara dan berhadapan langsung dengan Laut Cina Selatan. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 030 yang menjadi Titik Dasar dalam pengukuran dan penetapan batas Indonesia dengan Vietnam.
5)      Pulau Marore
terletak di bagian utara Propinsi Sulawesi Utara, berbatasan langsung dengan Mindanau Filipina. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 055.
6)      Pulau Miangas
terletak di bagian utara Propinsi Sulawesi Utara, berbatasan langsung dengan Pulau Mindanau Filipina. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 056.
7)      Pulau Fani
terletak Kepulauan Asia, Barat Laut Kepala Burung Propinsi Irian Jaya Barat, berbatasan langsung dengan Negara kepulauanPalau. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 066.
8)      Pulau Fanildo
terletak di Kepulauan Asia, Barat Laut Kepala Burung Propinsi Irian Jaya Barat, berbatasan langsung dengan Negara kepulauanPalau. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 072.
9)      Pulau Bras
terletak di Kepulauan Asia, Barat Laut Kepala Burung Propinsi Irian Jaya Barat, berbatasan langsung dengan Negara Kepualuan Palau. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 072A.
10)  Pulau Batek
terletak di Selat Ombai, Di pantai utara Nusa Tenggara Timur dan Oecussi Timor Leste. Dari Data yang penulis pegang, di pulau ini belum ada Titik Dasar
11)  Pulau Marampit
terletak di bagian utara Propinsi Sulawesi Utara, berbatasan langsung dengan Pulau Mindanau Filipina. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 057.
12)  Pulau Dana
terletak di bagian selatan Propinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan langsung dengan Pulau Karang Ashmore Australia. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 121

3.      Provinsi terluar  di Indonesia
1)      Kalimantan Barat
2)      Kalimantan Timur
3)      Papua, dan
4)      Nusa Tenggara Timur

Sumber :