RSS

Kamis, 12 Januari 2012

Pengembangan usaha dalam bentuk Badan Usaha


Badan usaha merupakan kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Melanjutkan dari posting sebelumnya mengenai usaha Rumah Makan, usaha saya ini termasuk dalam kategori perusahaan perseorangan.

Yang sebelumnya tempat makannya hanya dengan satu meja saja, dengan bertambahnya keuntungan, maka dibentuk menjadi rumah makan yang besar, dimana ada halamannya, yang membuat banyak orang yang dapat makan ditempat. Dan yang biasanya hanya berjualan pagi sampai siang habis, selanjutnya akan dibentuk pagi sampai malam. Dengan begitu, berarti harus memperbanyak jenis makanan yang ada, dan juga membuat rumah makan tersebut menjadi rumah makan keluarga atau anak-anak muda yang cozy, dengan membentuk jenis tempatnya ada yang dibuat lesehan.

Dalam hal tersebut, untuk awal pengembangan usaha tersebut dibutuhkan peminjaman uang ke Bank. Dalam setiap proses perjalanan usaha tersebut, tidak lupa untuk menginvestasikan beberapa laba yang didapat, untuk menambah perluasan usaha dan usaha ini dapat terjamin untuk masa depan.



Lingkungan Bisnis


Lingkungan bisnis merupakan segala sesuatu yang mempunyai pengaruh terhadap aktivitas usaha atau bisnis dalam suatu perusahaan atau jenis usaha lainnya, dan dapat menimbulkan suatu peluang maupun ancaman dalam perjalanannya. Faktor lingkungan bisnis itu sendiri terdiri dari dua jenis yaitu lingkungan mikro (lebih kepada para pelaku yang berhubungan langsung dengan lingkungan usaha) dan lingkungan makro (faktor ekonomi, demografi, geografi, teknologi, pemerintah, sosial dan politik).
Unsur-unsur dari lingkungan bisnis itu sendiri, antara lain :
  • Lingkungan fisik
Meliputi tanah, iklim, topografi, udara, air, dan infrastruktur
  • Lingkungan perekonomian
Dalam lingkungan ini, mempunyai pengaruh dalam penghasilan dan pendistribusian barang atau jasa,
  • Lingkungan pemerintah
Adanya bantuan dari pemerintah untuk mengembangkan perusahan kecil maupun perusahaan besar.
  • Lingkungan hukum
Adanya latar belakang hukum dan peraturan dalam perusahaan  menjalankan operasinya, dan masalah etika dalam pengembangan bisnis.
  • Lingkungan internasional
menyangkut hubungan-hubungan internasinal dengan negara-negara lain dan perusahaan-perusahaan asing. Aliran dana ke luar negeri untuk membiayai impor dan pemasukan kedalam negeri dari hasil ekspor pembayaran internasional dan mutinasional untuk menunjang pengembangan bisnis di Indonesia, dapat dianggap sebagai lingkungan internasional.

Dalam pembahasan kali ini, saya akan melanjutkan dari pembahasan sebelumnya yaitu mengenai membaca peluang pasar, tetapi saya akan membahas mengenai usaha Rumah Makan didaerah tempat tinggal saya. Walapun banyak betebaran usaha rumah makan ini, tetapi tidak bisa disangka keinginan konsumen untuk mencoba makanan di berbagai rumah makan selalu ada. Di lingkungan tempat tinggal saya terdapat sekolah SD, SMK dan dikelilingi perusahaan-perusahaan dan juga dekat dengan pasar. Hal tersebut membuat akses orang-orang yang hilir mudik menjadi banyak. Ditambah, sekolah SD dan SMK merupakan sekolah saya dulu, yang membuat hal tersebut menjadi point tersendiri karena mereka mengenal saya dan masakan-masakan dari ibu saya sudah sangat cukup lama. Dengan jenis makanan yang sederhana, seperti kangkung, capcay,urap, ikan, tempe, bakwan goreng, peyek udang, dll.

Saya akan mengidentifikasi faktor –faktor dalam lingkungan bisnis terhadap usaha ini, yaitu :
  • Faktor ekonomi
Faktor ini mempunyai pengaruh yang besar, terhadap proses penjalanan usaha. Dengan hanya bermodalkan pembuatan tempat untuk makanan dan makanan itu sendiri, hal tersebut tidak terlalu memakan biaya yang besar. Dalam pembentukan harga untuk setiap makanannya, disesuaikan dengan keadaan disekitar tempat tinggal dan biasanya harga makanan tersebut terjangkau dan yang terutama adalah kebersihan yang sangat terjaga.
  • Faktor demografi
Dalam segi demografi, usaha rumah makan ini sudah strategis, karena berada di dalam lingkungan yang padat penduduknya dengan berbagai jenis kesibukan yaitu dalam lingkungan sekitar sekolahan maupun perusahaan-perusahaan yang ada.
Dilihat dari demografinya juga dalam hal keagamaan (berada di tempat yang sama rata terdapat yang beragama kristen dan islam, ditambah dengan kondisi dekat dengan gereja maupun masjid), yaitu penerimaan pesanan kue basah maupun kue kering dalam setiap hari-hari besar masing-masing agama, misalnya untuk lebaran atau natal, ataupun acara lainnya.
  • Faktor geografi
Dilihat dari geografinya, usaha ini sangat tepat karena dikelilingi berbagai suatu tempat atau instansi yang biasanya selalu mencari makan di luar tempat mereka.
  • Faktor teknologi
Bila usaha ini berjalan dengan baik dan menghasilkan sesuatu yang signifikan, maka tidak menutup kemungkinan usaha ini dapat diperbesar dan dapat mempergunakan mesin cash. Selain itu, faktor teknologi yang bisa digunakan yaitu dalam proses pemasaran dalam dilakukan dengan via online, yaitu penerimaan pesanan, terutama kalau dalam pesanan diutamakan pesanan kue-kue.
  • Faktor pemerintah
Kalau dari faktor pemerintah, dalam naik turunnya harga kebutuhan pokok yang dapat mempengaruhi harga penjualan makanan tersebut.
  • Faktor sosial
Dalam faktor ini, timbulnya suatu keakraban dan pengenalan terhadap orang-orang sekitar tempat tinggal.




sumber : http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2011/12/30/lingkungan-bisnis-sebuah-pengenalan/   
 

Minggu, 01 Januari 2012

MOTIF dan PRINSIP Ekonomi


  1. Motif Ekonomi


Manusia melakukan suatu kegiatan dalam kesehariannya tentu saja mempunyai tujuan dalam masing-masing aktivitasnya. Misalnya, seorang mahasiswa yang melihat kondisi keuangan keluarganya yang kurang, membuat dia berusaha untuk memperoleh beasiswa agar dapat meringankan beban dari kedua orangtuanya.
Dari contoh di atas, dapat kita lihat bahwa setiap tindakan yang kita lakukan didasari oleh suatu motivasi. Semua kegiatan atau aktifitas ekonomi tidak terlepas dari adanya suatu keinginan atau motivasi atau disebut juga motif, dimana hal tersebut menjadi latar belakang dari kegiatan-kegiatan tersebut. Jadi, motif ekonomi merupakan suatu alasan yang menjadi dasar pendorong manusia untuk melakukan tindakan-tindakan ekonomi.
Secara garis besar, manusia melakukan kegiatan ekonomi karena didorong oleh motif sbb :
  •   Ingin memenuhi kebutuhan dan kemakmuran


Seperti halnya dengan contoh di atas, tindakan yang dilakukan seorang mahasiswa tersebut, tidak lain yaitu unyuk memenuhi kebutuhannya, dan bila semua itu dapat dia laksanakan dengan baik maka akan mencapai suatu kemakmuran bagi kehidupannya.
  • Ingin menolong sesama manusia

Sesungguhnya manusia merupakan makhluk sosial, dimana hidup saling berdampingan satu dengan yang lainnya, dan saling mengisi satu sama lain. Contoh dari motif ini misalnya, melakukan aksi bagi kasih pada saat malam natal ataupun bagi kasih di panti asuhan. Motif ingin menolong sesama ini, akan memberikan kebahagiaan tersendiri bagi batin kita, karena dapat menyenangkan orang-orang yang ada disekitar kita.
  • Ingin terpandang dalam masyarakat

Setiap kegiatan ekonomi dan aktifitas pengusaha tentu selalu ingin mencapai keberhasilan, baik berupa keuntungan yang meningkat maupun kemampuan penguasaan sektor ekonomi dan kekayaan yang melimpah. Sampai disini tujuannnya masih wajar dan baik apalagi bila kesuksesan itu dimanfaatkan utnuk suatu lapangan kerja baru yang bisa berguna bagi para pencari kerja dan juga meningkatkan pendaptan negara berupa pajak, sehingga masyarakat memuji dan berusaha mencontoh keberhasilan tersebut. Namun masih ada yang menjadi tujuan akhirnya yaitu ingin terpandang dan terhormat dalam masyarakat. Akibatnya mereka berusaha menghindar dan memanipulasi pajak serta kurang tertarik untuk menolong sesama (lebih bersifat egois), tetapi hal tersebut hanya dilakukan oleh beberapa orang tertentu saja.
  •  Motif kekuasaan politik dan ekonomi

Banyak pengusaha yang bergerak di berbagai bidang ekonomi, diantaranya dari industri pakaian, kendaraan bermotor, pertambangan, dll. Semua kegiatan tersebut ditujukan untuk menguasai bidang-bidang ekonomi yang selanjutnya ditujukan untuk kekuasaan dalam lingkup politik. Mereka menjadi orang-orang yang mampu menguasai kekuasaan eksekutif, legislatif dan yudikatif. Sebenarnya usaha mereka masih dapat dimaklumi bila ditujukan untuk memperluas lapangan kerja dan kemakmuran masyarakat. (kekuasaan dibidang politik dan ekonomi seorang pengusaha bisa mempengaruhi kebijakan ekonomi suatu negara.


2     2. Prinsip Ekonomi


Merupakan suatu kegiatan ekonomi dimana untuk mencapai suatu hasil yang maksimal, diperlukan suatu pengorbanan, tetapi dengan seminimal mungkin. Dalam prinsip ekonomi ini, kita memikirkan dalam berbagai aspek. Misalnya, suatu perusahaan memperkerjakan tenaga ahli dan karyawannya dari orang-orang Indonesia dan bertempat tinggal dekat dengan lokasi tempat kerja, dimana walaupun demikian perusahaan tersebut bisa memproduksi barang yang berkualitas yang memenuhi standar internasional. Biaya produksi relatif lebih kecil dan keamanan perusahaan lebih terjamin karena masyarkat sekitarnya merasa memiliki.
Manfaat dari penerapan prinsip ekonomi :
  •    Hemat

Dalam pengeluaran dalam kegiatan ekonomi yang kita lakukan, kita menjadi tidak boros.
  •   Cermat

Karena memegang prinsip ekonomi ini, dalam setiap melakukan kegiatan ekonomi, kita dapat menjadi lebih cermat dalam menilai segala sesuatunya. Dan hal tersebut akan menimbulkan kepuasan.
  •    Bijak dalam mengatur keuangan

Penerapan prinsip ekonomi yang kita lakukan ini, membuat kita menjadi seorang yang bijak dalam me-manage keuangan, tidak asal dipergunakan semaunya tanpa memikirkan apa dampaknya, tetapi menjadi berpikir luas dan maju. Jadi keuangan dapat terkontrol dengan baik, karena dipergunakan secara efektif.




sumber: http://www.e-dukasi.net/index.php?mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Materi%20Pokok/view&id=217&uniq=2015