RSS

Senin, 09 Desember 2013

Kasus Bisnis Tidak Beretika 2

Boraks, bahan deterjen untuk buat kenyal makanan

Merdeka.com - Aneka pengawet makanan ditemukan dalam panganan berbuka puasa di sejumlah daerah. Boraks adalah salah satu bahan pengawet yang kerap ditemukan dalam operasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Dua pekan lalu, BPOM menguji 70 sampel takjil (jajanan berbuka puasa), di kawasan Benhil, Jakarta Pusat. Alhasil, sejumlah panganan itu terbukti ada kandungan boraksnya.
Hasil serupa juga didapat BPOM dari operasi di sejumlah pasar tradisional di Mataram, NTB dan Makassar, Sulsel. Kebanyakan boraks dicampur dalam jajanan kenyal, seperti cendol dan cincau.
Dari sejumlah kasus, modus yang digunakan yakni dengan mencampur boraks ke bahan makanan. Tujuannya tentu membuat tampilan makanan lebih menarik, tahan lama (fungsi pengawet), lebih kenyal, dan mengembang, serta enak di mulut. 
Selain cendol dan cincau, makanan yang biasanya dicampur boraks, di antaranya bakso, agar-agar (jely), kue apem, mie, kue cenil, ketupat, dan lontong.
Boraks sejatinya adalah senyawa kimia yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Zat yang memiliki nama kimia natrium tetrabonat (NaB4O7 10H2O) itu bisa merusak organ tubuh seperti hati, otak, dan ginjal. Bahkan jika dikonsumsi secara berlebihan, atau dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kematian.
Boraks dapat dijumpai dalam bentuk padat dan jika larut dalam air akan menjadi natrium hidroksida dan asam borat (H3BO3). Fungsi boraks atau asam borat yang benar, adalah digunakan sebagai bahan pembuat deterjen, karena bersifat antiseptik dan mengurangi air. Karena itu, boraks tidak diperkenankan untuk digunakan sebagai bahan makanan.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah berencana mengeluarkan fatwa haram penggunaan boraks dan formalin pada bahan makanan. Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan untuk masyarakat terhadap dua zat berbahaya tersebut.
Pekan lalu Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Barat, HM Salim Umar, menuturkan, fatwa tersebut dihasilkan usai pelaksanaan Ijtima ulama yang melibatkan 33 negara dari ASEAN dan Timur Tengah di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
"Sekarang fatwa tersebut sudah dibawa ke MUI Pusat untuk diedit kembali, seperti penggunaan tata bahasa," kata Salim usai menghadiri acara Syiar Ramadan Bersama Produk Halal atau Syiram 2012 kerja sama LPPOM dan MUI Jawa Barat, seperti dikutip Antara.

Sumber:

Analisis:
Kasus yang terjadi di atas merupakan kasus yang sudah sering sekali terjadi. Banyak penjual yang hanya agar memperoleh keuntungan yang tinggi, mereka mengurangi biaya dalam pembuatan makanan yang dijualnya. Dan bahkan merekapun mengetahui bahaya dari penggunaan bahan pada makanan yang dibuat tersebut.
Bagi para konsumen patutnya berhati-hati dengan keadaan seperti ini, jangan karena tergiur dengan harga yang murah dan enak dilihat membuat kita dengan mudah untuk membelinya. Kita harus memperhatikan dengan seksama makanan yang akan kita beli, dilihat dari tempat yang digunakan untuk berjuan, orang yang berjualan, dan yang terpenting ciri-ciri dari makanan yang mengadung boraks. Berikut rincian dari ciri-ciri makanan yang mengandung boraks dengan tidak mengandung boraks (http://www.merdeka.com/peristiwa/boraks-bahan-deterjen-untuk-buat-kenyal-makanan.html)

Ciri-Ciri Makanan Mengandung Formalin:
  • Mie Basah : tidak lengket, sangat kenyal, serta tidak mudah rusak dan tahan dalam jangka waktu lama
  • Tahu : teksturnya yang terlampau keras, kenyal, tapi tidak padat, tidak mudah rusak dalam waktu lama
  • Ikan : insang berwarna merah tua, tidak cerah atau bukan merah segar, tidak berbau khas ikan asin, warna daging putih bersih, kenyal dan tak mudah rusak, tidak mudah patah, agak keras serta tidak dihinggapi lalat
  • Bakso : tekstur sangat kenyal, tidak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar, jika dibelah di dalamnya tampak warna merah tua mencolok tidak wajar
  • Daging Ayam : tekstur daging kencang, tak mudah rusak dan tak disukai lalat
Ciri-Ciri Makanan Mengandung Boraks:
  • Mie Basah : tidak lengket, sangat kenyal, serta tidak mudah putus
  • Bakso : tekstur sangat kenyal, warna tidak kecokelatan seperti penggunaan daging, tapi lebih cemerlang keputihan
  • Lontong : rasa getir dan sangat gurih, serta beraroma sangat tajam
  • Kerupuk : teksturnya sangat lembut dan renyah, bisa menimbulkan rasa getir di lidah 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar